Tutorial WIFI GPRS GSM Smart Alarm W20-Setting Zone

Desember 11, 2018 0 By Admin

Setelah menambahkan detector, selanjutnya kita bisa melakukan setting pada zona dimana detector diletakkan. Setting Zone digunakan untuk memetakan letak dari sensor (detector). Ada 32 zona yang tersedia.

  • Login ke aplikasi Anda dan pilih salah satu panel yang sudah terdaftar. Pastikan panel aktif dan koneksi aktif.
  • Jika sudah pada halaman utama panel tersebut, pilih menu Zone seperti pada gambar di bawah ini

  1. Kemudian Open door/Close door : Opsi ini digunakan agar tidak terjadi kesalahan alarm pada sensor pintu. Jika opsi ini diaktifkan, maka jika sistem diaktifkan (arm), maka semua pintu wajib dalam kondisi ditutup.
  2. Dalam Force arm : Opsi ini dipakai jika user tetap ingin mengaktifkan sistem dalam kondisi pintu terbuka. Tetapi jika tetap dipaksa bisa arming, maka hanya pintu yang ditutup yang aktif.
  • Klik Zone List untuk bisa melihat seluruh zone. Di dalamnya kita bisa mengatur fungsi masing-masing zone seperti pada gambar di bawah ini.

  • Pilih salah satu zone, maka akan ditemui menu berikut :

  Penjelasan :

  1. Enrolling Status : Status zona ini, apakah sudah didaftarkan sensornya atau belum.
  2. Zone Name : Nama Zona
  3. Zone Type : Ada 11 tipe zone yang bisa dipilih sesuai dengan fungsi masing-masing.


-Penjelasan manfaat dari setiap type :

  1. Disable : Zona dengan status ini berarti dinonaktifkan
  2. Delay : Zona dengan tipe ini tidak akan langsung alarm, tetapi ada jeda waktu kita untuk kita disarm. Jika dalam waktu tersebut tidak di-disarm, maka alarm akan berbunyi.
  3. Burglar : Tipe ini adalah default tiap sensor. Biasanya digunakan oleh door sensor untuk pintu dalam dan jendela. Hanya mengeluarkan alarm jika dalam kondisi arm.
  4. Perimeter : Sama dengan burglar, hanya saja biasa dipakai oleh sensor yang berbentuk garis sepert PIR atau Active Beam.
  5. Fire : Tipe ini biasanya dipakai pada sensor asap dan panas jika terjadi kebakaran. Tipe zona ini tidak terikat dengan arm atau disarm. Pada saat terdeteksi api misalnya, maka alat akan otomatis alarm.
  6. Gas : Sama dengan Fire, hanya saja untuk gas.
  7. Silent : Biasanya dipakai dengan SOS Button di tempat umum seperti bank atau toko perhiasan. Pada saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pegawai bisa menekan tombol SOS, maka sistem tidak akan mengeluarkan alarm, hanya memberitahu Contact ID saja.
  8. SOS : Hampir sama dengan silent, hanya saja mengeluarkan bunyi alarm
  9. Medical : Sama dengan SOS. Tapi menegaskan bahwa ada masalah terkait kesehatan, misalnya di UGD atau ada orang tua yang sedang sakit di rumah.
  10. Doorbell : Dengan tipe ini, maka panel akan mengeluarkan bunyi bel saat pintu dibuka.
  11. Smart : Tipe ini sama dengan Burglar. Tapi alarm tidak langsung berbunyi. Alarm hanya berbunyi jika terjadi dua kali kejadian dalam jangka waktu 40 detik
  12. Home Arm : Untuk mengantifkan sensor yang aktif atau non aktif pada saat home arm. Jika pada saat home arm, kita mau nontifkan sensor, maka nonaktifkan fitur ini.
  13. Open door/Close Door : Opsi sama dengan yang ada bagian sebelumnya. Hanya saja yang di sini hanya berlaku untuk zona ini saja.

 

  • Klik menu Zone List. Di halaman ini kita bisa pantau status masing-masing zona, baik yang disable, sedang alarm, sedang terbuka maupun yang baterainya mulai habis

Cukup sekian tutorial dari Setting Zone WIFI GPRS GSM Smart Alarm W20. Untuk detail fitur dan spesifikasinya akan segera dapat dilihat pada website  Kanasecure.com