Hati-Hati! 5 Faktor Ini Bikin Anak Susah Stay at Home saat Pandemi Covid-19

Hati-Hati! 5 Faktor Ini Bikin Anak Susah Stay at Home saat Pandemi Covid-19

April 7, 2020 0 By Admin

Mungkin saat ini para orangtua sudah mulai kesulitan menahan anaknya untuk tetap di dalam rumah atau stay at home. Kebijakan pemerintah untuk belajar dari rumah, dan juga stay at home bagi anak-anak ini tentunya sebagai upaya untuk memutus persebaran virus Covid-19.

Bila anak merasa sulit stay at home, bisa jadi karena mengalami 5 faktor ini:

  1. Tidak memiliki jadwal teratur
    Hal yang membuat anak jenuh dan susah melakukan stay at home adalah karena mereka tidak memiliki jadwal teratur. Anak terbiasa menggunakan waktunya sembarangan,  sehingga ia menjadi tak terkontrol dan sulit berdiam diri di rumah.
    Karena itu, mulailah membiasakan anak Anda dengan jadwal harian, seperti: jadwal belajar, jadwal makan siang, jadwal bermain, bersantai dan sebagainya. Jadwal yang teratur akan memudahkan anak menjadi disiplin dalam memanfaatkan waktu di rumah dengan baik.
  2. Tidak menemukan kegiatan yang menarik
    Berdiam diri di rumah pasti akan sangat menjemukan bagi anak-anak, khususnya bagi anak di usia sekolah dasar yang masih hobi bermain. Karena itu, sebagai orangtua maka Anda harus kreatif membuat anak menjadi betah di rumah.
    Banyak aktivitas sederhana yang bisa Anda kerjakan bersama dengan anak-anak, seperti berolahraga, memasak, membersihkan rumah dan lainnya. Hal ini akan menjadi menarik, ketika mereka mulai merasa bosan di dalam rumah.
  3. Membenci aktivitas dalam ruangan
    Memang terdapat anak yang sangat menyukai aktivitas di luar ruangan. Bahkan anak dengan tipe seperti ini, bisa menjadi stres dan mengalami gangguan tingkah laku bila tidak melakukan aktivitas di luar ruangan.
    Tapi bagaimana memperlakukan anak tipe ini pada kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang? Tentu saja, anak harus bisa membiasakan diri di dalam rumah saja.
    Tenang saja, berada di rumah saja bukan berarti tak memperbolehkan anak untuk bermain di luar rumah. Hal ini bisa dilakukan di halaman depan rumah. Bila anak tidak ingin didampingi saat bermain di halaman rumah, Anda cukup memantaunya dari CCTV, terlebih saat ini sudah ada smart alarm yang bisa dihubungkan dengan IP cam dan Anda bisa memantau aktivitas di berbagai sudut rumah melalui ponsel. Hal ini akan membuat anak tetap aman di dalam rumah, tanpa harus selalu mendampinginya. Karena waktu bebas bermain, tetap dibutuhkan anak Anda.
  4. Tidak memiliki teman bermain
    Bila anak Anda merupakan anak yang suka bermain dengan orang lain, maka ini menjadi tugas Anda sebagai pengganti kawannya. Anda harus bisa menjadi teman bagi anak Anda saat di rumah. Buat ia merasa memiliki teman, walau di rumah saja.
    Ketahui apa saja yang membuat anak Anda senang, atau hal-hal apa saja yang bisa membuat anak Anda senang. Jangan sampai anak Anda merasa tidak memiliki teman bermain di rumahnya sendiri.
  5. Kurangnya komunikasi yang baik
    Bila komunikasi antara orangtua dan anak tidak berjalan dengan baik, maka masa-masa belajar di rumah dan stay at home akan menjadi sulit dilakukan. Sebab, dampak komunikasi yang kurang baik dengan anak adalah membuat anak menjadi susah beradaptasi dan enggan melakukan aktivitas di rumah.
    Karena itu, anak menjadi lebih suka bermain di luar rumah dibandingkan berdiam diri di rumah. Anda perlu melakukan pendekatan lebih agar anak lebih terbuka, dan nyaman di rumahnya sendiri.

Bila anak sulit berada di rumahnya, maka Anda perlu melakukan evaluasi. Apakah 5 faktor ini sedang dialami anak Anda? Bila iya, maka Anda harus segera memperbaiki keadaan agar tindakan stay at home dan belajar dari rumah berjalan lancar. Harapannya, dengan komitmen ini maka pandemi Covid-19 atau Corona ini segera berakhir.