Daftar Istilah dalam kamera CCTV 2

Juni 15, 2017 1 By Admin

Bila sebelumnya Anda telah membaca artikel mengenai daftar istilah CCTV, sekarang saya akan membahas lanjutan daftar istilah seputar CCTV yang perlu diketahui.

Bentuk kamera CCTV memang tidak sama persis seperti kamera DSLR atau jenis kamera pocket lainnya. Sama-sama berfungsi untuk menangkap gambar, namun kamera CCTV dibuat dengan berbagai macam ketahanan untuk memaksimalkan fungsinya sebagai alat pemantau jarak jauh. Berikut ini beberapa istilah dari kamera CCTV yang perlu Anda ketahui.

  • Dome

Bentuk kamera seperti kubah, cocok untuk dipasang di dalam ruangan dan biasanya menempel di langit-langit.

 

  • Bullet

Bentuk kamera seperti peluru, cocok untuk dipasang di mana saja, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

 

 

Fitur utama dari sebuah CCTV adalah kemampuannya dalam menangkap gambar. Hal ini berhubungan dengan sensor gambar atau Image Sensor yang digunakan. Image sensor sendiri merupakan alat yang berfungsi untuk menangkap gambar dan mengubahnya menjadi signal.

Alat ini layaknya seperti fungsi retina pada mata yang menangkap bayangan benda dan meneruskannya ke otak. Sensor ini merupakan rangkaian dari chip chip peka cahaya untuk membedakan terang dan gelap serta filter warna untuk menghasilkan warna seakurat mungkin.

Saat gambar terekam oleh kamera, di sana terdapat proses cahaya melewati lensa dan mengenai sensor. Pada sensor kamera atau sensor penangkap gambar, terdapat elemen gambar atau yang disebut dengan pixel. Sensor akan mengubah cahaya yang diterima menjadi elektron. Semakin kuat cahaya, semakin banyak elektron yang terbentuk. Elektron akan diubah menjadi tegangan dan diubah ke angka. Selanjutnya, angka tersebut diproses melalui sirkuit elektronik dalam kamera.

Saat ini terdapat dua jenis teknologi sensor kamera yaitu CCD dan CMOS, di mana masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan.

  • CCD

CCD (Charge Coupled Device) memiliki kelebihan yaitu mempunyai sensitivitas cahaya yang lebih tinggi dibandingkan sensor CMOS. Sensor ini juga memiliki tingkat noise yang lebih rendah sehingga gambar yang diberikan lebih halus dan tidak berbintik-bintik. CCD mampu menghasilkan gambar yang lebih berkualitas dan lebih unggul dalam kondisi minim cahaya.

Kekurangan sensor CCD adalah harganya yang lebih mahal lantaran sensor ini menggunakan komponen analog yang membutuhkan sirkuit elektronik di luar sensor itu sendiri. Sensor ini memang didesain untuk menghasilkan gambar yang lebih baik dengan tampilan visual yang rendah noise dan rendah distorsi, namun mengkonsumsi power yang lebih dan kecepatan mengolah data yang lebih lambat.

Sensor CCD mengkonsumsi daya 100x lebih boros dari sensor CMOS yang berdampak pada masalah heat/pemanasan dalam kamera. Masalah ini akan memberikan efek pada kualitas gambar dan daya tahan kamera. CCD didesain dengan spesialisasi meminimalisir distorsi, sehingga akan menghasilkan gambar yang lebih berkualitas dengan sensitivitas cahaya yang tinggi.

  • CMOS

CMOS (Complimentary Metal Oxide Semiconductor) lebih murah dan memiliki bentuk yang lebih kecil. CMOS lebih terjangkau karena setiap piksel pada sensor CMOS sudah memakai sistem chip yang langsung mengkonversi tegangan menjadi data. Sensor CMOS memiliki performa yang baik untuk menjalankan tugas berat seperti mengkonversi analog-digital dan dilengkapi fitur noise reduction yang akan memberikan kecepatan dalam pengambilang beberapa gambar secara langsung (mode continous).

Sensor ini didesain dengan konsumsi power yang lebih rendah dibanding CCD. Sensor CMOS didesain dengan konsumsi power lebih rendah dibanding CCD. Namun, Sensor CMOS lebih rentan terhadap noise, sehingga tingkat sensitivitas cahaya lebih rendah dan kualitas gambar yang dihasilkan berada satu tingkat di bawah sensor CCD.

Setelah sensor, yang perlu Anda ketahui adalah ketajaman resolusi kamera. Semakin tinggi kualitas resolusi kamera maka kualitas gambar yang dihasilkan pun akan lebih baik. Resolusi gambar kamera CCTV dinyatakan dalam bentuk TVL.

  • TVL

Singkatan dari Television Lines/TV Lines, yang sering disebut juga sebagai Horizontal Resolution. Resolusi adalah kerapatan suatu gambar atau kualitas suatu gambar. Semakin tinggi resolusi, gambar yang dihasilkan semakin halus atau semakin baik.

TVL merupakan kerapatan garis vertikal yang diperoleh sebuah CCTV dalam menampilkan gambar di layar. Semakin besar nilai TVLnya, maka garis vertikal terlihat semakin sempit dan rapat. Resolusi TVL dari CCTV akan muncul apabila CCTV langsung terhubung ke monitor atau layar. TVL merupakan jumlah maksimal garis gelap dan garis terang vertical yang dihitung secara horizontal yang jaraknya sama dengan tinggi layarnya.

Jadi misalnya 400TVL di layar 3 x 4 inch. 3 inch itu tinggi layar sedangkan 4 inch itu lebar layar. Maka 400TVL itu sama dengan 200 garis gelap dan 200 garis terang vertical sepanjang 3 inch. Untuk mengkonversikan satuan TVL ke dalam bentuk satuan pixel, maka Anda dapat memasukkan rumus berikut : 1 TVL = 1,33 pixel. Umumnya resolusi kamera CCTV sebagai berikut :

dibawah 350 atau 320 – 350TVL = kamera dengan resolusi rendah

350 – 420 atau 350 – 450TVL = kamera dengan resolusi menengah

450 – 520 atau 450 – 540TVL = kamera dengan resolusi tinggi

  • Focal Length

Focal length atau jarak fokus merupakan jarak pusat optik lensa dengan gambar yang terbentuk pada sensor kamera. Focal length dinyatakan dalam satuan milimeter (mm) dan diberi lambang f.

Focal length menentukan seberapa lebar sudur pandang lensa. Semakin pendek panjang fokal, makin lebar lingkup/luas gambar yang dihasilkan, namun objek akan terlihat jauh. Makin panjang focal length, makin sempit lingkup/luas gambar yang akan dihasilkan, namun objek akan terlihat lebih dekat. Lensa dengan focal length yang pendek biasanya disebut dengan lensa wide angle, sedangkan lensa dengan focal length yang panjang biasanya disebut sebagai lensa tele.

  • Varifocal

Varifocal merupakan kependekan dari variable focal. Lensa varifocal artinya milimeter lensa bisa diatur dalam batas minimum dan maksumumnya alias panjang fokus lensa bisa diubah sesuai kebutuhan penggunanya. Misalnya, kamera mempunyai lensa varifocal 6mm-12mm, maka artinya lensa dapat diatur fokusnya mulai dari 6mm hingga 12mm. Dengan demikian, objek yang terlihat kurang dekat atau kurang jelas, maka lensa dapat diputar ke arah fokus yang lebih besar, sehingga objek seolah-olah dekat.

Demikian pula dengan sebaliknya, jika sudut pandang kurang lebar, maka lensa bisa diatur ke fokus yang lebih kecil. Berbeda dengan lensa fixed, di mana fixed lens ini tidak bisa diubah panjang fokusnya alias sudah paten, sehingga view gambar akan tetap (luas area gambar yang dihasilkan menyesuaikan dengan sudut yang dapat dicakup lensa kamera).

  • IR Distance

IR Distance merupakan jarak jangkauan infra merah yang ada pada kamera CCTV. IR atau infra merah dalam kamera ini berfungsi untuk melihat atau menangkap gambar dalam lingkungan minim cahaya atau pada lingkungan dengan kegelapan total. Sehingga IR Distance ini menentukan sampai sejauh mana kamera bisa melihat atau menangkap objek saat malam hari.

  • Index Protection Rating

Alat dan produk elektronik seperti kamera sangatlah rentan apabila terkenal intervensi dari partikel atau media di sekitarnya, misalnya angin, debu, listrik, minyak, air. Maka dari itu, setiap perusahaan pembuat alat elektronik akan mencantumkan suatu marking atau tanda atau kode sebagai bukti ketahanannya yang telah melalui serangkaian uji mutu dan kualitas bertaraf internasional.

IP rating atau IP code atau Ingress Protection atau International Protection code yang digunakan untuk menilai ketahanan kamera terhadap benda-benda atau partikel di sekitar, seperti debu, benturan, air, sentuhan tangan, dll. IP code biasanya terdiri dari 2 angka, di mana angka pertama mewakili benda padat yang menyentuh kamera dan angka kedua mewakili benda cair yang memapar kamera. Semakin besar angka di belakangnya, berarti perlindungan atau ketahanan kamera terhadap partikel di sekitarnya akan semakin kuat.