Daftar Istilah dalam CCTV 1

Juni 13, 2017 6 By Admin

Berikut ini beberapa daftar istilah dalam CCTV. Terutama yang terkait dengan camera CCTV. Beberapa istilah ini mungkin asing bagi Anda, namun ada baiknya memelajarinya agar tak bingung saat Anda memilih dan memasang cctv nantinya.

ICR (Infrared Cutfilter Removal

Fitur ICR atau yang kadang disebut dengan filter penyerap panas didesain untuk menyaring panjang gelombang cahaya terutama infra merah. Penyaringan gelombang cahaya ini berfungsi untuk memberikan warna gambar yang lebih tepat dan sesuai dengan objeknya. Fitur ini hanya bekerja saat kamera beroperasi dengan mode warna (saat kondisi cukup cahaya).

Pada siang hari atau pada lingkungan yang cukup terang, fitur ICR akan aktif dan bekerja untuk memberikan warna gambar yang lebih jelas dan lebih natural. Sedangkan pada malam hari atau pada lingkungan yang minim cahaya, fitur ini tidak aktif atau tidak bekerja, sehingga gambar pada mode monokrom (hitam putih) akan dihasilkan dalam kualitas yang lebih tinggi.

IRcut removal CCTV

AWB (Automatic White Balance)

Fitur ini berfungsi agar warna yang dihasilkan pada gambar menjadi lebih akurat dalam kondisi pencahayaan apapun. Kamera diperintah untuk mengenali temperatur atau suhu warna dari sumber cahaya. Setiap sumber cahaya memiliki suhu warna yang berbeda, misalnya warna gambar yang dihasilkan dari lampu bohlam akan cenderung berwarna kuning, sedangkan warna gambar yang dihasilkan dari lampu neon akan cenderung berwarna biru. Sumber cahaya mempengaruhi kemampuan kamera dalam membaca warna putih. Fitur AWB inilah yang menentukan kemampuan kamera dalam menerjemahkan warna putih tersebut secara otomatis.

awb cctv

AGC (Automatic Gain Control)

Fitur ini berfungsi untuk meningkatkan sinyal kamera dalam kondisi cahaya yang minim atau rendah. SInyal akan diatur secara otomatis sehingga kualitas gambar yang didapatkan akan tetap optimal dan dapat dilihat dengan jelas meskipun pada level cahaya yang berubah-ubah.

AGC cctv

DNR (Digital Noise Reduction)

Noise adalah efek samping berupa bintik-bintik dan nuansa kasar yang dihasilkan dari penggunaan sensor dalam mengumpulkan cahaya. DNR bekerja dengan menganalisa 2 frame/gambar secara berurutan lalu menghapus noise pada frame terakhir. Kemampuan kamera dalam menghasilkan gambar tanpa noise (titik tidak jelas pada gambar) ada 2 yaitu 2DNR dan 3DNR.

2DNR bekerja dengan menganalisis frame dari video, mengidentifikasi algoritma, dan mengoreksi pixel. Sedangkan 3DNR dapat menganalisa perbedaan setiap pixel antar frame untuk menyesuaikan pixel.

2DNR hanya menghapus noise pada objek yang bergerak (objek foreground), sedangkan noise pada objek yang tidak bergerak (noise background) masih ada. Namun kekurangan 2DNR ini dapat teratasi dengan adanya 3DNR. Gambar yang dihasilkan akan lebih bersih dan jelas karena 3DNR menghapus noise tidak hanya pada objek foreground juga pada objek background.

DNR CCTV

WDR (Wide Dynamic Range)

WDR merujuk pada rasio kontras dari suatu gambar, bukan sudut bukaan lensa kamera. Semakin tinggi rasio kontras, semakin akurat tingkat penerimaan cahaya oleh kamera, maka semakin jelas gambar yang dihasilkan. Teknologi WDR bermanfaat untuk menyeimbangkan gambar yang memiliki rentang gelap-terang yang besar. Misalnya, bila kamera mengarah ke jendela atau pintu pada siang hari, maka kamera akan mendapat porsi cahaya terang yang besar, sementara obyek yang ada di dalam ruangan akan cenderung menjadi gelap, di sinilah WDR mampu membuat seluru bagian terang dan gelap menjadi lebih seimbang dan gambar akan terlihat jelas.

DWDR (Digital Wide Dynamic Range) adalah versi lain dari WDR dalam menangani gambar yang silau atau bayangan hitam. Bagian yang terang atau gelap diatur pencahayaannya seperti fitur brightness pada photoshop.

WDR DWDR CCTV

Sense Up

Sense up atau yang kadang dikenal dengan istilah shutter speed. Shutter atau rana merupakan semacam pintu penutup sensor pada kamera. Pada saat mengambil gambar, shutter akan membuka selama beberapa waktu sehingga sensor kamera akan merekam cahaya yang masuk melalui lensa. Sense up adalah sebuah teknologi yang membantu pengguna dalam memilih kecepatan rana untuk memungkinkan cahaya masuk dalam kamera, sehingga gambar akan menghasilkan sensitivitas tinggi meskipun dalam kondisi cahaya yang minim atau rendah.

sense up cctv

OSD (On Screen Display)

Suatu tampilan yang digunakan untuk mengetahui parameter pengaturan yang digunakan dalam menangkap gambar pada suatu kamera. OSD ini biasanya digunakan untuk melakukan penyesuaian atau pengaturan setiap menu/fitur pada setting-an kamera. Alat untuk mengatur setting-annya dilekatkan pada kabel kamera.

OSD cctv pengintai

UTC (Up to Coax)

“UTC” adalah singkatan dari Up The Coax, “UTC” adalah teknologi baru yang diterapkan dalam sistem pengawasan video analog. UTC memungkinkan pengguna untuk mengatur OSD kamera dari jarak jauh melalui UTC sirkuit terpadu (IC). Yang paling penting, untuk mengadopsi teknologi UTC, tidak perlu mengubah desain sirkuit asli kamera CCTV, karena UTC ini sudah built-in kabel koaksial, sinyal kontrol akan mengirimkan melalui kabel koaksial.

cctv up to coax

 

Nah, begitulah beberapa daftar istilah dalam CCTV bagian pertama. Baca kelanjutannya di artikel Daftar Istilah CCTV bagian kedua.