Beberapa Istilah Pada Barcode Scanner

Beberapa Istilah Pada Barcode Scanner

April 10, 2018 2 By Admin

Ada beberapa istilah pada barcode scanner yang perlu Anda ketahui, seiring meluasnya penggunaan dan pemanfaatan alat pemindai kode batang atau yang lebih dikenal dengan barcode scanner pada berbagai sektor bisnis.

Penggunaan Barcode Scanner kini tak sebatas pada bisnis besar saja. Pada bisnis skala kecil dan menengah pun telah banyak yang menggunakan alat pemindai kode untuk mendukung proses pengecekan barang dan tracking terhadap inventory agar lebih praktis dan efektif.

Bagi Anda yang mulai melirik teknologi Barcode Scanner untuk mendukung kelancaran bisnis, pastikan terlebih dahulu mengenal beberapa istilah pada perangkat yang satu ini. Berikut daftar istilahnya:

  • Omnidirectional, Handheld, in-counter, Mobile Computer, Fixed Mount

Barcode Scanner Omnidirectional

Barcode Scanner Omnidirectional

Ini adalah beberapa istilah pada barcode scanner yang pasti ditemui ketika pertama kali Anda memilih beberapa macam tipe barcode scanner berdasarkan bentuknya. Pilihlah barcode scanner dengan tipe atau jenis yang bisa memberikan kenyamanan dalam penggunaannya dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.

  • Barcode 1D, barcode 2D

     

    Bentuk QR Code

    Bentuk QR Code

Seperti yang sudah pernah dibahas pada edisi sebelumnya, bahwa untuk saat ini kita mengenal dua macam barcode, yakni barcode 1D (one dimensional) dan barcode 2D (two dimensional). Adapun keterangan barcode 1D yang tercantum memiliki arti bahwa barcode scanner tersebut mampu membaca segala macam barcode tipe 1D, seperti: UPC-A, UPC-E, EAN13, EAN8, Code39, Code93, Code128, Codabar125, Industrial 2 of 5, Interleaved 2 of 5, MSI/Plessey, GS1 Databar. Sedangkan 2D berarti bahwa barcode scanner tersebut mampu membaca segala macam barcode tipe 2D, seperti: QR Code, Data Matrix, PDF417, dan Aztec.

  • Scan Mode : Trigger, Continuous, Automatic

Barcode Scanner Handheld

Jenis atau tipe barcode biasanya juga bisa dibedakan dari mode pengoperasiannya. Mode trigger, mode continous, dan mode automatic adalah 3 mode pengoperasian yang paling umum ditemui pada barcode scanner. Mode trigger berarti Laser pembaca barcode akan menyala setelah menekan trigger (pelatuk/pemicu/tombol). Mode continuous berarti Laser pembaca barcode akan terus menyala tanpa menekan trigger. Sedangkan mode automatic berarti Laser pembaca barcode akan otomatis menyala ketika ada barcode didepannya.

  • Scan Pattern

Sinar Laser

Scan pattern merupakan bentuk laser yang dihasilkan dari scanner. Untuk single laser barcode scanner, maka sinar laser hanya membentuk satu garis. Sedangkan pada tipe omnidirectional, garis laser berbentuk jaring saling silang yang mampu membaca barcode dengan posisi hingga 360°.

  • Scan rate

Scan

Scan rate adalah kecepatan scanner dalam membaca barcode pada media tertentu. Semakin besar tingkat scan rate maka semakin cepat dan tepat kemampuan scanner dalam memindai barcode. Scan rate 300 scan/detik lebih baik dari 150 scan/detik.

  • Depth of Field

Depth of Field adalah jarak baca dari barcode scanner. Jika dikatakan jarak bacanya adalah 5-650mm, maka artinya scanner bisa membaca barcode paling dekat 5 mm dan paling jauh 650mm atau 65cm.

depth of field

Sumber: Barcodes.inc

  • Resolution

Resolusi merupakan ukuran dari barcode yang dinyatakan dalam satuan mil. 1 mil = 1/1000 inch. Semakin mampu membaca barcode ukuran kecil, maka scanner semakin baik.

Resolution

Sumber: Mediaflex

  • Drop test

Barcode Scanner Drop Test

Siapa yang tidak ingin memiliki barang yang awet? Hampir setiap orang pasti menginginkannya. Begitu pula dengan barcode scanner. Barcode scanner yang kuat juga turut menentukan keawetannya. Untuk itu, perhatikan istilah Drop Test yang tertera pada barcode.

Drop test adalah sebuah langkah yang dilakukan untuk menguji ketahanan alat scanner dengan cara menjatuhkannya dari ketinggian tertentu. Misalnya, pada sebuah barcode scanner tertera keterangan Drop test 1,5 m maka hal ini berarti bahwa alat scanner tersebut memiliki daya tahan bentur yang baik, meski terjatuh dari ketinggian 1,5 meter, namun tidak membuat alat menjadi rusak atau berkurangnya fungsi dari alat scanner tersebut.

  • Interface

USB Cable

Interface atau yang juga biasa disebut communication bisa diartikan sebagai media penghubung antara alat pemindai barcode dengan komputer atau laptop. Sebagai contoh, pada alat atau barcode scanner yang memiliki keterangan Interface Support USB berarti Anda cukup menyambungkan kabel USB dari barcode scanner ke PC/Laptop, maka driver akan otomatis ter-install tanpa harus meng-install manual. Ada juga barcode scanner yang menggunakan interface wireless.

  • Sensor /Light Source

Sensor merupakan alat yang berfungsi untuk membaca barcode. Pada tipe laser barcode scanner biasanya menggunakan Laser Diode sebagai alat pembaca barcodenya.

light source

Sedangkan pada tipe Image Based, menggunakan camera CMOS, sehingga mampu membaca barcode 2D dan masih mampu membaca barcode yang sedikit rusak.

Broken Barcode

  • Gold plate

Gold Plate

Alat ini berfungsi untuk merefleksikan sinar yang dihasilkan oleh Laser Diode. Untuk bahan-nya, ada yang menggunakan plat silver, nickel, atau emas. Dari hasil riset membuktikan bahwa barcode scanner dengan plat emas atau gold plated memiliki beberapa keunggulan dibanding yang lain. Barcode scanner dengan plat emas atau gold plate mampu membaca barcode dengan keakuratan yang tinggi, serta awet hingga 5 tahun.

  • Stand

Stand

Stand adalah dudukan yang biasanya dijadikan pelengkap pada barcode scanner jenis handheld. Fungsi dari dudukan ini adalah untuk menyangga scanner agar mudah dan nyaman ketika digunakan pada mode continuous atau otomatis.

Itulah beberapa istilah pada barcode scanner yang umum dan perlu dipahami sebelum menggunakannya. Semoga bermanfaat.