3 Elemen Utama pada Sistem Kerja CCTV

Agustus 30, 2018 0 By Admin

3 Elemen Utama pada Sistem Kerja CCTV

Sistem kerja sebuah CCTV bisa sangat sederhana dengan hanya memanfaatkan lensa kamera dan kabel yang terhubung ke monitor. Namun pada beberapa sistem juga bisa sangat rumit dengan menggunakan berbagai hal terkait teknologi yang sangat canggih.Meskipun demikian, pada dasarnya terdapat 3 elemen utama pada sistem kerja CCTV, yaitu:

1. Pengambilan sinyal,

2. Pengiriman gambar atau transmisi sinyal,

3. Pengelolaan sinyal.

 

Berikut penjelasan dari ketiga elemen utama pada sistem kerja CCTV yang dimaksud: 

1. Pengambilan sinyal

Pengambilan Sinyal

Kamera merupakan komponen dasar dalam proses pengambilan gambar atau video (pada CCTV, gambar atau video biasa disebut dengan istilah ‘sinyal’) saat perekaman menggunakan CCTV. Pada beberapa jenis kamera juga dilengkapi dengan cahaya inframerah yang dapat dengan mudah menangkap sinyalgambar atau video dalam ruangan yang minim cahaya atau gelap. Pada kamera terdapat lensa yang bermanfaat untuk menangkap obyek sinyal secara terfokus.Jangkauan daya fokus lensa biasanya berbeda – beda pada beberapa kamera, namun pada umumnya selalu dalam satuan milimeter. Pemilihan jarak fokus lensa adalah hal yang cukup penting karena akan menentukan jarak pandang dan tingkat detail gambar dalam video.

Jarak Pandang

Lensa yang terdapat pada kamera memiliki tingkat sensitifitas yang cukup tinggi sehingga perlu dipertimbangkan tempat yang tepat untuk meletakkannya. Usahakan untuk melindungi kamera dan lensa dari kotoran, cuaca, dan sebagainya dengan cara memberinya pelindung khusus seperti braket dinding.Hindari terlalu sering menyentuh bagian kamera. Jika perlu mengontrol orientasinya maka bisa dilakukan dari jarak jauh, seperti memanfaatkan lensa zoomyang mampu menangkap sinyal gambar jarak jauh. Pada CCTVberbentuk dome PTZ, keseluruhan manfaat pelindung dan lensa zoom sudah ada dalam satu unit yang praktis.

 

2. Pengiriman gambar atau transmisi sinyal

Setelah kamera menangkap atau merekam obyek gambar yang juga biasa disebut dengan sinyal, maka selanjutnya rekaman sinyal tersebut akan diteruskan ke beberapa pilihan transmisi CCTVyang berbeda – beda, tergantung pada transmisi sinyal yang digunakan dalam sebuah CCTV, seperti:

• sinyal analog komposit (CCIR, PAL)

• Sinyal IP video (jaringan komputer dan internet)

• Sinyal HD-SDI(kualitas tinggi)

Pilihan Transmisi CCTV

Pilihan Transmisi CCTV

Pada ketiga jenis sinyal akan selalu terdapat komponen Kabel koaksial. Sedangkan tambahan komponen lain berbeda – beda, tergantung pada jenis transmisi sinyalnya. Seperti pada sinyal analog komposit yang membutuhkan tambahan komponen berupa serat optik, kabel UTP (unshielded twisted pair) dan tautan gelombang mikro. Pada sinyal IP membutuhkan tambahan komponen serat optik, kabel UTP, tautan gelombang mikro serta jaringan internet. Jaringan internet ini biasanya dalam bentuk layanan Internet broadband dengan bandwidthyang bisa saja berbeda – beda. oleh karenanya kualitas video pun tergantung bandwidth tersebut. Sedangkan pada HD – SDI hanya membutuhkan komponen tambahan berupa serat optik.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa semakin sederhana transmisi yang digunakan maka semakin tinggi kualitas sinyal atau video yang ditangkap.

 

3. Pengelolaan sinyal

Pengelolaan Sinyal

Setelah berhasil mengirimkan sinyal (gambar / video), maka sistem kerja dasar pada CCTV berikutnya adalah mengelola sinyal tersebut. Pada umumnya beberapa sinyal sampai pada bagian kontrol CCTV. Disini terjadi pengalihan untuk mengarahkan setiap sinyal ke tempat yang tepat. Setelah beralih, output biasanya pergi ke dua tujuan, yaitu display atau penampil video dan perekam. Sinyal analog masuk ke CRT (tabung sinar katoda) atau layar LCD atau plasma. Sedangkan sinyal yang telah diubah menjadi bentuk digital akan masuk ke sistem dalam komputer DVR (perekam video digital) atau NVR (perekam video jaringan).Sinyal yang telah diubah menjadi bentuk digital pada DVR atau NVR tersebut memiliki keunggulan dimana datanya dapat diunduh, dengan menggunakan flashdisk misalnya, untuk diletakkan atau disimpan ke media lain.

Begitulah penjelasan 3 elemen utama pada sistem kerja CCTV yang menjadi dasar kerja pada sebagian besar CCTV. Penejalasan dasar ini bisa mempermudah dalam memahami sistem kerja CCTV yang biasa dipakai untuk keperluan pengawasan properti dan aktifitas pada suatu tempat yang diinginkan.